Newsroom

Informasi Terbaru & Siaran Pers

Cara kamu bantu kami membantu petani

CROWDE adalah platform pemodalan petani dengan sistem crowd-lending. Kami selalu berupaya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong masyarakat untuk melakukan pemodalan.

Kami siap menceritakan lebih banyak tentang CROWDE, sapa kami melalui:

Press Release Terakhir Kami

Gaji Selalu Kurang? Ini 4 Cara Agar Tak Alami Krisis Akhir Bulan!

Apa kamu sering mengalami hal ini? Gaji yang seharusnya digunakan untuk membiayai hidup satu bulan penuh, sering kali di minggu kedua bahkan sudah habis duluan. Akhirnya, untuk bertahan hidup kamu terpaksa makan seadanya, bahkan tidak jarang berkorban dengan jalan berutang. Kalau sudah begini, kondisi keuanganmu jadi kacau-balau. Bisa-bisa aktivitas berutang jadi kebiasaan atau keharusan yang dilakukan agar dapat bertahan hidup hingga gajian bulan berikutnya. Akhirnya, gajimu habis untuk membayar utang saja. Tanpa ada sisa untuk bisa ditabung, apalagi untuk investasi. Nah, supaya hal seperti ini tidak terjadi pada kamu, ubahlah cara kamu mengelola gaji bulanan. Yuk, simak caranya di ulasan berikut!   Jangan merasa ‘kaya’ di awal bulan Yang sering terjadi saat menerima gaji bulanan kita merasa punya banyak uang. Padahal uang tersebut untuk digunakan selama 30 hari bukan 7 hari saja. Coba gaji bulanan-mu dibagi 30 hari, kira-kira dalam satu hari kamu paling maksimal hanya bisa mengeluarkan uang berapa. Usahakan untuk tidak lebih dari anggaran tersebut. Meski masih di awal bulan, bila ketertiban tersebut sudah kamu jalankan, dijamin hingga akhir bulan kamu tetap bisa tersenyum manis. Tahan keinginan yang hanya sekedar emosi sesaat bila memang kamu tidak mampu. Jadikan hal tersebut sebagai cambuk untuk kamu berusaha lebih keras lagi agar bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan. Langsung gunakan gaji dengan bijak Nah, kalau kamu sudah memiliki tanggungan berupa cicilan atau utang, upayakan setelah kamu menerima gaji langsung gunakan untuk membayar hal tersebut. Bila kamu punya tagihan sewa tempat tinggal segera bayarkan. Kamu juga perlu membuat daftar kebutuhan bulanan yang harus dibeli. Lagi-lagi, dahulukan kebutuhan dari sekedar keinginan. Tidak lupa juga langsung sisihkan uang untuk tabungan/investasi. Kalau bisa pisahkan rekening tabungan dengan rekening yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Ketika gaji masih ada sisa, baru gunakan untuk memenuhi keinginanmu. Kalau masih belum cukup, kamu bisa kok menabung dulu sampai nominal yang dibutuhkan terpenuhi. Jadi tidak perlu berutang kan? Jadwalkan pembelian kebutuhan fashion bahkan entertainment Susah kalau kamu sudah terlanjur memiliki kebiasaan hidup konsumtif. Karena uang berapapun jumlahnya pasti tidak akan pernah cukup. Jadi, pertama-tama kamu harus bisa menghilangkan kebiasaan hidup konsumtif. Dengan coba membuat jadwal dalam sebulan, kapan kamu akan membeli baju, tas, sepatu dan kapan kamu akan pergi untuk mencari hiburan. Jadwal ini disesuaikan dengan ketersediaan budget kamu. Jangan melewati jadwal tersebut agar tidak over budget. Lalu, agar kamu tidak mudah tergoda untuk berperilaku konsumtif, coba mencari lingkungan/teman-teman yang gaya hidupnya sederhana saja. Jadi kamu akan lebih mudah untuk tidak tergoda berperilaku boros.    Kemana-mana bawa uang cash secukupnya Ketersediaan uang cash di dompet yang terbatas akan membuat kamu lebih mudah membatasi pengeluaran. Apabila kamu memiliki kartu kredit, usahakan untuk tidak selalu membawa kartu kredit kemana-mana. Tujuannya agar kamu tidak dengan mudah gesek sana-sini, tau-tau tagihan sudah segunung. Hindari segala kemungkinan yang mempermudah kamu mengakses pengeluaran. Yang lebih penting, usahakan untuk selalu mencatat setiap pengeluaran harian. Saat ini sudah banyak aplikasi yang bisa memudahkan kamu melakukan hal tersebut. Kamu harus pintar mengelola keuangan agar tidak mengalami krisis akhir bulan. Kalau kamu masih memiliki uang hingga akhir bulan, saat waktunya gajian lagi kamu nggak bakalan kalap ingin menghabiskannya segera. Atau gajimu nggak langsung habis buat bayar utang. Hidup jadi indah kan kalau begini? Terus, kamu jadi bisa melakukan investasi juga untuk jangka panjang. Gaji kamu tidak hanya habis untuk saat ini tapi juga bermanfaat untuk kehidupan yang akan datang. Dan kamu bisa melakukan investasi dengan mudah di sini! Ingat, langsung lakukan sesaat setelah kamu menerima gaji bulanan ya!   Referensi: Aufi Ramadhania Pasha. 15 Oktober 2018. Cermati.com: https://bit.ly/2tq84PR Fira. Koinworks (Blog): https://bit.ly/2GOYca5   Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini. The post Gaji Selalu Kurang? Ini 4 Cara Agar Tak Alami Krisis Akhir Bulan! appeared first on Crowde Blog.

Habitat Serangga Mulai Punah, Apakah Nasibnya Akan Seperti Dinosaurus?

Siapa yang hingga saat ini masih penasaran dengan rupa dan bentuk dinosaurus sebenarnya? Ya, bahkan anak kecil saja suka dengan dinosaurus. Meski spesies tersebut sudah tidak bisa mereka jumpai lagi. Dinosaurus memang termasuk makhluk hidup yang ikut dalam masa kepunahan massal yang terjadi 65 juta tahun lalu. Kepunahan terjadi disebabkan oleh adanya aktivitas vulkanik, jatuhnya asteroid, serta menurunnya permukaan air laut. Berarti, cerita punahnya dinosaurus dalam film Jurassic World: Fallen Kingdom yang rilis tahun lalu, bisa beri gambaran sempurna tentang apa yang terjadi 65 juta tahun silam. Sayangnya kejadian ini terus berlanjut. Sekarang giliran habitat serangga yang terancam punah. Secara perlahan tapi pasti jumlahnya terus berkurang. Kalau nggak percaya, yuk simak di ulasan berikut! Krisis habitat serangga bersifat global Analisis terbaru dari 73 studi terbaik yang dilakukan, mengungkap bahwa jumlah serangga di muka bumi telah banyak berkurang. Kupu-kupu dan ngengat adalah spesies yang paling banyak terdampak. Bagaimana tidak? Ambil contoh lahan pertanian di Inggris, spesies kupu-kupu telah berkurang sebanyak 58% sejak tahun 2000 – 2009. Serangga lain yang juga terdeteksi berkurang drastis jumlahnya adalah lebah. Di Oklahoma, Amerika Serikat jumlah koloni lebah madu berjumlah 6 juta saat tahun 1947. Namun, hasil penelitian tahun 2013 lalu menyatakan bahwa jumlah koloni lebah telah hilang sebanyak 3,5 juta. Ada juga 350.000 spesies kumbang, terutama kumbang kotoran yang jumlahnya diperkirakan ikut menurun drastis. Fenomena ini diperkuat oleh penelitian Francisco Sanchez-Bayo dan Kris A.G. Wyckhuys bahwa akan ada lebih dari 40 spesies serangga yang jumlahnya terus menurun dari tahun 2019 ini. Bahkan, sepertiga dari 40 spesies tersebut terancam punah. Nggak lucu kan kalau besok anak cucu kita cuma bisa denger kalau kupu-kupu itu indah dan lebah bisa menghasilkan madu – tanpa mereka bisa melihatnya secara langsung.   Penyebab kepunahan habitat serangga Bila kita menilik ke belakang, kepunahan massal di bumi yang sudah terjadi sebanyak lima kali rata-rata disebabkan oleh jatuhnya asteroid, pendinginan global, dan erupsi. Tapi bila kepunahan habitat serangga dikorelasikan dengan tanda-tanda kepunahan massal keenam, berarti penyebabnya ditambah oleh akibat keruwetan manusia sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga lingkungan banyak dikorbankan, seperti dilakukannya alih fungsi lahan. Dari lahan hutan jadi lahan gambut, dari lahan pertanian jadi lahan industrialisasi serta urbanisasi. Serangga yang banyak hidup di lahan tersebut ikut terberantas. Ditambah dengan sistem pertanian yang banyak menggunakan pestisida dan pupuk sintetis. Secara otomatis, bila lahan hijau di bumi berkurang, keseimbangan iklim juga ikut hilang. Perubahan iklim yang terjadi secara drastis juga membuat habitat serangga tidak mampu bertahan hidup.   Bila serangga punah, apa dampaknya bagi kehidupan manusia? Serangga merupakan bagian penting dari sebuah ekosistem kehidupan di bumi. Sehingga bila serangga jumlahnya berkurang dan bahkan berangsur punah, akan membuat makhluk hidup lainnya ikut punah. Seperti banyak tanaman yang membutuhkan serangga untuk penyerbuk dan pengontrol hama. Serangga juga menjadi sumber makanan bagi reptil, burung, mamalia, dan ikan. Kalau sumber makanan berkurang, mereka akan kelaparan dan secara tidak langsung ikut punah. Padahal manusia juga mendapat sumber makanan utama dari tumbuhan dan juga hewan. Ini seperti api yang menjalar, meski hanya satu bagian yang kena, bagian lain pasti ikut terlalap api.   Bila hal tersebut sudah mulai dirasa menyeramkan, kenapa tidak kita sebagai manusia yang berusaha memperbaikinya. Meski di muka bumi ini, populasi manusia hanya 0,01% dari total seluruh makhluk hidup yang ada di darat, laut, dan udara, tapi apa yang manusia lakukan dampaknya bisa jadi luar biasa. Bila manusia melakukan hal yang baik, pasti makhluk hidup lainnya ikut terselamatkan. Tapi kalau manusia terus tidak peduli dan hanya mementingkan diri sendiri, akibatnya seluruh isi bumi ikut terancam. Karena itu, mulai hal baik untuk menyelamatkan lingkungan bisa dimulai dari sini! Selamatkan lahan hijau, selamatkan lahan petani!     Referensi: Damian Carrington. 10 Februari 2019. The Guardian: https://bit.ly/2MXyAca Tony Firman. 15 Februari 2019. Tirto.id: https://bit.ly/2TQSk3H Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini. The post Habitat Serangga Mulai Punah, Apakah Nasibnya Akan Seperti Dinosaurus? appeared first on Crowde Blog.

Filosofi Investasi: Simpan Kesenangan Saat Ini Untuk Nanti

Ketika kamu selalu terjebak dengan perumpamaan, “yang kaya akan tetap menjadi kaya dan yang miskin akan tetap menjadi miskin” seolah-olah kekayaan itu sulit untuk diupayakan. Sebenarnya perumpamaan tersebut tidak berlaku bagi orang yang punya semangat juang dan suka bekerja keras. Orang-orang yang juga tidak suka menghamburkan uang dan pintar menjaga kesehatan finansial. Sama halnya dengan investasi. Selalu saja dikaitkan dengan pernyataan, “hanya orang berduit yang bisa investasi”. Apakah kemudian pernyataan tersebut benar? Nyatanya, saat ini banyak instrumen investasi yang bisa dimulai dengan nominal kecil. Sehingga tidak melulu orang berduit saja yang bisa melakukan investasi. Siapapun bisa, asal punya kemauan. Seperti filosofi dari investasi, yang hanya membuat kamu menunda kepuasan atau kesenangan saat ini untuk dinikmati nanti. Seperti misalkan, kamu punya uang nganggur sebanyak Rp 1 juta. Untuk dipakai senang-senang saat ini ya bisa banget. Menghabiskan uang Rp 1 juta dalam sehari adalah sesuatu yang sangat membahagiakan. Namun, kalau kamu memilih untuk menginvestasikan uang tersebut, kamu akan mendapat imbalan atas kesediaan kamu menunda kesenangan dan karena telah berani mengambil risiko. Itu mengapa yang namanya investasi pasti mengenal yang namanya profit atau return. Yang bisa kamu nikmati nanti pada jangka waktu tertentu dan bisa memberi nilai tambah pada uang yang kamu miliki sekarang. Namun, perilaku konsumtif masih saja melekat dan sulit dihindari. Sehingga membuat kamu belum juga memulai investasi. CROWDE ingin berbagi tips seputar cara menghindari perilaku konsumtif agar kamu bisa segera mulai berinvestasi. Yuk, intip di ulasan berikut! Selalu punya prioritas Pasti yang paling utama adalah mendahulukan kebutuhan daripada keinginan. Usahakan untuk selalu memprioritaskan apa yang menjadi kebutuhan kamu. Karena kebutuhan akan tetap menjadi kebutuhan meski kamu menundanya. Kalau keinginan hanya dipengaruhi oleh emosi sesaat. Paling juga saat kamu tinggal tidur, keesokan harinya kamu sudah lupa atau sudah enggak pengin lagi. Tidak lupa untuk menjadikan investasi termasuk dalam kebutuhan. Baru setelah itu, ketika masih ada uang tersisa, bisa kamu gunakan untuk memenuhi keinginan-mu.     Jangan mengedepankan gengsi Kehidupan saat ini yang selalu menuntut gaya hidup konsumtif hanya agar terlihat keren, sering membuat kita dilema. Namun, itu sebenarnya hanyalah godaan yang menyuruh kamu untuk bekerja lebih giat lagi agar mendapatkan uang lebih banyak. Bukan memaksakan gaya hidup konsumtif dengan uang yang sedikit dan rela mengorbankan apapun. Termasuk rela memiliki banyak hutang. Intinya, berupayalah untuk selalu jujur pada diri sendiri soal kemampuan finansial kamu dan pintar-pintar untuk mengukurnya. Jangan malu mengakui, apalagi menutup mata seolah tidak mau tau. Kamu pasti akan capek sendiri terus-terusan hidup dalam kebohongan hanya demi gengsi. Berpikir terbuka dan realistis Cobalah untuk berpikir bahwa kehidupan sosial tidak hanya bisa dibeli dengan uang. Tidak melulu tentang barang branded apa yang kamu miliki dan bisa kamu pamerkan. Ubah pola pikir kamu saat akan membeli suatu barang. Bahwa barang itu hanya akan kamu gunakan/pakai, bukan untuk dicintai, dipamerkan, atau bahkan untuk gengsi semata. Mungkin kamu bisa menonjolkan keterampilan atau bakat lain yang akan membuat kamu lebih dihargai oleh lingkungan sosialmu. Jangan terlalu memaksakan diri dan coba untuk realistis saja. Terlebih, pikirkan risiko jangka panjang saat kamu mulai berperilaku konsumtif.     Pertimbangkan matang-matang sebelum membeli   Ini penting untuk dilakukan karena jangan sampai barang yang sudah kamu beli justru tidak terpakai. Pastikan barang tersebut sesuai dengan apa yang kamu cari. Kalau masih ragu, sebaiknya jangan dipaksakan untuk membeli. Dari pada akhirnya menyesal dan terpaksa harus mengeluarkan uang lagi untuk kembali membeli barang yang sesuai. Jadi jangan terburu-buru, pikirkan dengan matang setiap kali kamu akan membeli suatu barang. Berlaku juga di setiap tawaran dan ajakan teman untuk nongkrong di cafe atau makan di restoran. Pikirkan apakah ada manfaatnya dan benar-benar diperlukan. Bila memang tidak perlu, jangan malu untuk menolak tawaran tersebut. Keempat cara di atas tidak akan berhasil kalau kamu sendiri tidak memiliki tekad yang kuat untuk memperbaiki diri. Terutama menjauhkan diri dari kebiasaan berperilaku konsumtif. Coba berpikir bahwa filosofi dari investasi mengharuskan kita untuk menjauhkan diri dari perilaku konsumtif. Kamu hanya perlu percaya diri atas apa yang kamu miliki. Serta berupaya untuk selalu bersyukur agar tidak mudah tergoda oleh apa yang dimiliki orang lain. Lebih baik terlihat biasa saja padahal sebenarnya kamu punya banyak uang, daripada terlihat kaya tapi kenyataannya kopong. Seperti, lebih baik kamu menunda kesenangan saat ini dan menyimpannya untuk nanti.      Referensi: Parrish Miller. 5 Januari 2017. Parrishmiller.com (Blog): https://bit.ly/2MZJdLF Tung Desem Waringin. 7 Desember 2016. Detik.com: https://bit.ly/2E3Vdsu Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini. The post Filosofi Investasi: Simpan Kesenangan Saat Ini Untuk Nanti appeared first on Crowde Blog.

Sebelum Nasi Tersaji di Meja Makan, Ini Proses yang Harus Dilaluinya!

Nasi adalah bahan pangan utama bagi penduduk di Indonesia. Semua orang pasti mengkonsumsi nasi untuk mencukupi kebutuhan pangannya sehari-hari. Bahkan penduduk Indonesia perumpamaannya belum kenyang kalau belum makan nasi. Sebegitu pentingnya nasi bagi kehidupan penduduk dalam negeri, membuat nasi menjadi komoditas dengan nilai konsumsi paling besar. Per tahun konsumsi beras nasional bisa mencapai 114,6 kg per kapita. Namun, sebelum nasi bisa sampai di meja makanmu, ada alur yang harus dilaluinya lebih dulu. Ingin tau bagaimana alur tersebut? Yuk, simak di ulasan berikut ini! Saat masih menjadi tanaman, namanya padi Proses budidaya tanaman padi dimulai dari pemilihan benih berkualitas. Kualitas benih yang baik adalah kunci keberhasilan budidaya ini. Setelah itu, baru dilakukan proses persemaian tepat di 25 hari sebelum masa tanam. Lalu dilakukan pengolahan lahan agar lapisan tanah yang semula keras bisa menjadi gembur hingga melumpur. Setelah itu dilakukan proses penanaman serta pemeliharaan. Pada tahap pemeliharaan, tanaman padi akan melalui proses penyiangan, pengairan, pemupukan, hingga pengendalian hama. Proses pemupukan harus dilakukan dengan seimbang, tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Begitu juga dengan proses pengendalian hama yang menjadi ujung tombak keberhasilan dari budidaya padi.     Setelah panen, namanya berubah menjadi beras Setelah petani melakukan budidaya padi selama kurang lebih 95 hari, padi siap panen. Ditandai dengan bulir padi yang memadat dan memiliki kadar kelembaban biji mencapai 25%, serta warna tanaman yang mulai menguning. Proses panen bisa dilakukan secara manual menggunakan sabit atau dengan mesin pemanen padi. Lalu gabah dipisahkan dari tanaman padi dengan cara dipukul-pukul atau menggunakan mesin. Setelah itu, gabah dikeringkan dengan cara dijemur lalu baru digiling untuk memisahkan sekam padi dari beras. Sampai di situ baru jadilah beras, tapi masih jadi beras merah. Jika ingin menjadikannya beras putih, bekatul juga harus ikut dihilangkan bersama sekam. Proses terakhir adalah dilakukannya pemutihan beras menggunakan bubuk glukosa atau bubuk talc. Saat siap dikonsumsi, namanya jadi nasi Lalu beras siap didistribusikan dan dipasarkan ke pedagang eceran, seperti ke Toko Tani Indonesia, ke pasar tradisional dan modern, atau langsung masuk ke Bulog. Untuk kemudian bisa dibeli oleh konsumen. Dari beras, konsumen siap mengkonsumsinya sebagai nasi dengan terlebih dulu dimasak menggunakan alat pemasak nasi (rice cooker). Finally, siap untuk disantap bersama aneka ragam lauk-pauk yang juga bersumber dari para petani kita.   Panjangnya proses produksi dari padi hingga menjadi nasi menunjukkan kerja keras yang nyata dari para petani Indonesia. Lalu apakah kerja keras mereka tidak perlu mendapat apresiasi? Siapa lagi kalau bukan mereka yang memperjuangkan kebutuhan pangan dalam negeri agar dapat tercukupi? Untuk memberi apresiasi terhadap kerja keras mereka tidak harus kok dengan ikut turun ke sawah. Bisa hanya dengan smartphone kamu saja. Gunakan jari-jarimu untuk hal yang lebih bermanfaat. Seperti, berusaha membantu petani dengan mengetikkan nominal angka yang bisa kamu investasikan sebagai modal usaha bagi mereka. Cara itu saja sudah membuat mereka sangat terbantu lho! Kemudahan ini bisa kamu dapatkan sekarang juga di sini! Yuk, jangan tunggu sampai nanti karena petani sudah menunggu! The post Sebelum Nasi Tersaji di Meja Makan, Ini Proses yang Harus Dilaluinya! appeared first on Crowde Blog.

Media Kit

Unduh media kit CROWDE dengan klik tautan dibawah ini

Media yang Percaya dan Mempublikasikan Kami